Free Ebooks

THE FREE EBOOKS DOWNLOAD LIBRARY

Decrease Size Reset font to default Increase Size

Bahasa

Pilih Bahasa :

Tutorial

Comments

Donation

We need your donations to maintenance this site. Thank you.

Amount: 

Best Viewed in 1024 x 768 Using Mozilla FirefoxSpread Firefox Affiliate Button

 

Contoh Soal :

 

Contoh cara menghitung jumlah lilitan sekunder :

 

Untuk menyalakan lampu 10 volt dengan tegangan listrik dari PLN 220 volt digunakan transformator step down. Jika jumlah lilitan primer transformator 1.100 lilitan, berapakah jumlah lilitan pada kumparan sekundernya ?

 

Penyelesaian :

 

Diketahui :    Vp = 220 V

                     Vs =  10 V

                     Np = 1100 lilitan

 

Ditanyakan : Ns = ............ ?

 

Jawab :

      

Jadi, banyaknya lilitan sekunder adalah 50 lilitan

 

Contoh cara menghitung arus listrik sekunder dan arus listrik primer : 

 

Sebuah transformator step down mempunyai jumlah lilitan primer 1000 dan lilitan sekunder 200, digunakan untuk menyalakan lampu 12 V, 48 W.

 

Tentukan :

 
 

a.  arus listrik sekunder

b.  arus listrik primer

 

Penyelesaian :


Diketahui:    Np = 1000 lilitan
                    Ns = 200 Lilitan
                    Vp = 12 V
                    Ps = 48 W


Ditanyakan :


a. Is = ........... ?
b. Ip = ........... ?

 

Jawab :

 

P = I . V

Jadi, kuat arus sekunder adalah 4 A




Jadi, kuat arus sekunder adalah 0,8 A

 

 

Contoh cara menghitung daya transformator :

 

Sebuah transformator mempunyai efisiensi 80%. Jika lilitan primer dihubungkan dengan tegangan 200 V dan mengalir kuat arus listrik 5 A,
Tentukan:
  a. daya primer,
  b. daya sekunder

 

Penyelesaian :

 

Diketahui :

  


Ditanyakan :


a. Pp = ........... ?

b. Ps = ........... ?

 

Jawab : 

.


Jadi, daya primer transformator 1000 watt.

        

Jadi, daya sekunder transformator 800 watt.

 

 

Contohnya  daya listrik 2 MW ditransmisikan sampai jarak tertentu melalui kabel berhambatan 0,01 ohm. Hitung daya listrik yang hilang oleh transmisi tersebut, jika:

  1. menggunakan tegangan 200 Volt,

  2. menggunakan tegangan 400 kiloVolt ?


Penyelesaian:

Diketahui:        P = 2 MW = 2.106 watt
                       R = 0,01 ohm

Ditanyakan:     a.   Philang pada tegangan 200 Volt = ..........? 
                     
b.   Philang pada tegangan V= 4.105 volt = ..........?  

 

 

                                        

Jadi, energi yang hilang di perjalanan setiap detiknya 106 watt. Nilai ini sangat besar karena setengah dayanya akan hilang.

 

Jadi, energi yang hilang di perjalanan setiap detiknya hanya 0,25 watt

 

Contoh 3


Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan 10 : 2 dihubungkan ke sumber listrik 100V untuk mennyalakan sebuah lampu 25 W. Hitunglah tegangan listrik yang diserap oleh lampu dan kuat arus yang masuk kedalam trafo?

 

Diket:  Np : Ns = 10:2

                 Vp = 100 V

                 Ps = 25 W

Dit. Vs = …

       Ip = …

 

Jawab:

 

Np : Ns = Vp : Vs

   10 : 2 = 100 : Vs

       Vs = 20 V

 

      Pp = Ps

 Vp . Ip = Ps

100 . Ip = 25

        Ip = 0,25 A

 

 

Contoh Soal

1.    Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan 10 : 2 dihubungkan ke sumber listrik 100V untuk menyalakan sebuah lampu 25 W. Hitunglah tegangan listrik yang diserap oleh lampu dan kuat arus yang masuk kedalam trafo

 

Jawab :

 

Diket: Np:Ns = 10 : 2

           Vp    = 100 V

           Ps    = 25 W

Dit. Vs = …

       Ip = …

 

Jawab:

Np : Ns = Vp : Vs

  10 : 2 = 100 : Vs

      Vs = 20 V

     Pp = Ps

Vp . Ip = Ps

100 . Ip = 25

        Ip = 0,25 A

 

 

2.    Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan kumparan 10:1 dihubung-kan ke listrik 100 V untuk menyalakan sebuah lampu  7,5 W. Jika efisiensi trafo 75 %, berapakah arus listrik pada kumparan primer?

Diket: Np : Ns = 10:1

                Vp = 100 V

                Ps = 7,5W

                     η  = 75%

Dit  Ip = …

 

Jawab:

 

η      = (Ps/Pp)X100 %

75 % = 7,5/Pp X 100%

0,75  = 7,5/Pp

Pp    =   7,7/0,75 = 10 W

 

Pp = Vp . Ip

10 = 100 . Ip

 Ip = 0,1 A

 

 

PERENCANAAN PENGGULUNGAN TRANSFORMATOR


Bahan–bahan yang diperlakukan untuk menggulung suatu transformator antara lain :
 
a. Kern
Kern atau teras besi lunak yang terbentuk dari kumparan besi lunak yang mengandung silicon yang berbentuk seperti :

huruf E dan I

b. Koker
Koker atau rumah atau tempat mengulung kumparan primer dan sekunder

c. Kawat email
Kawat email yang terbuat dari tembaga yang dilapiskan bahan isolasi yang tahan panas.


Penentuan Gulungan atau volt


Pada system penggulungan trafo, biasa terjadi penyimpangan kerugian. Seperti kerugian kawat email dan kurang panas tidak diperhitungkan. Kerugian seperti ini sekitar 20% sampai 30% dari tembaga gulunganPrimer.

Apabila kita ingin merencanakan gulungan sekunder 100 watt, maka tenaga primer harus lebih 20% sampai 25% dari tenaga sukunder. Yang harus selalu diingat bahwa setiap kali tegangan gulungan sekunder diberi beban tegangannya akan turun.

Keterangan :
I2  = arus yang mengalir ke beban
E1 = tegangan gulungan primer dari PLN
E2 = tegangan gulungan sekunder

Dinegara kita tegangan listrik berfrekuensi sekitar 50 sampai 60 circle/second. Oleh sebab itu untuk menghitung gulungan pervolt kita dapat memakai rumus :
 
Circle per second x 1 gulungan
Keliling besi kern untuk koker

Untuk menghindarkan panasnya transformator tenaga kita dapat memakai standar 56 circle/second sebagai dasar perhitungan. Jadi rumus perhitungan jumlah gulungan per volt :

56 x 1 gulungan
Keliling besi kern untuk koker


GULUNG PER VOLT

Yang dimaksud dengan gulungan per volt yaitu sejumlah gulungan kawat yang disesuaikan untuk tegangan sebesar 1 Volt. Untuk menetapkan besar jumlah gulung per volt dipakai ketentuan :


Rumus :
 
gpv = f / O

Dimana
Gpv =  jumlah gulang per volt
f       =  frekuensi listrik (50 Hz)
O     =  luas irisan teras diukur dengan cm. (hasil kali dari lebar dan tinggi tempat gulungan
 
 
Contoh 1 :

Sebuah tempat gulung kawat transformator mempunyai ukuran lebar 2,5 Cm dan tinggi 2 cm. Besar jumlah gulungan per volt ?

Jawab :

gpv = f / O

       f = 50 Hz

      O = 2,5 x 2 = 5 Cm2

  gpv = 50 / 5
         = 10 gulung / volt


(setiap 10 lilitan kawat berlaku untuk tegangan sebesar 1 volt)
 
 
Contoh 2 :

Dibutuhkan sebuah transformator dengan tegangan 220 V untuk gulung primer dan tegangan 6 V digulungan sekundernya, lebar tempat gulungan kawat 2,5 cm dan tinggi 2 cm. Berapa jumlah gulungan atau banyaknya lilitan untuk kawatprimer dan sekunder.

Jawab :

O = 2,5 x 2 = 5 cm2
gpv = 50 / 5 = 10
 
Jadi untuk gulung primer dibutuhkan sejumlah 220 x 10 = 2200 lilitan. Untuk gulungan sekunder dibutuhkan 6 x 10 = 60 lilitan. Mengingat selalu adanya tenaga hilang di tansformator jumlah lilitan digulungan sekunder ditambahkan 10% = 60 +6 = 66 lilitan.
Dengan jumlah lilitan tersebut diatas, maka bila gulung primer dihubungkan kepada tegangan listrik jala–jala sebesar 220 V, gulungan sekundernya menghasilkan tegangan sebesar 6 volt.

GARIS TENGAH KAWAT
Garis tengah atau tebal kawat tembaga menentukan kemampuan kawat dilalui arus listrik. Bila listrik yang mengalir di dalam kawat melebihi kemapuan dari kawat , maka akan mengakibatkan kawat menjadi panas dan jika arus yang melaluinya jauh lebih besar dari kemampuan kawat, kawat akan terbakar dan putus.

 
Contoh 3

Suatu alat memakai tenaga listrik 400 Watt dipasang pada tegangan 20 V. Berapa garis tengah kawat yang dibutuhkan untuk  menghubungkan alat tersebut ke sumber aliran?

W = 400 Watt
E = 200 Volt
I = W/E I = 400/200 I = 2 Ampere

Agar mampu dilewati arus sebesar 2 A dipakai kawat dengan ukuran garis tengah 1 mm. Transformator jala-jala umumnya mempunyai gulungan yang bercabang guna menyesuaikan tegangan.


Contoh perencanaan mengulung trafo

Perencanakan sebuah transformator jala-jala dengan data-data sebagai berikut :

Teras besi yang dipergunakan mempunyai lebar 2,5 Cm dan tinggi 2 Cm. Dikehendaki gulungan primer untuk dipasang pada tegangan 110 V atau 220 V dan gulungan sekunder yang menghasilkan tegangan 6 V dan 9 V, yang menghasilkan arus 500 mA.
Tentukan berapa jumlah gulung primer dan gulung sekunder beserta cabang - cabangnya. Berapa ukuran tebal kawat yang dibutuhkan.

Pemecahannya:

0 = 2,5 x 2 = 5 Cm2
gpv = 50/5 = 10

Jumlah gulungan primer untuk 110 V :          110 X 10 = 1100 lilitan
Jumlah gulung primer untuk 220 V :               220 X 10 = 2200 lilitan.
Jumlah gulungan sekunder untuk 6 V :               6 X 10 = 60 lilitan + 10% = 66 lilitan.
Jumlah gulungan sekunder untuk 9 V :               9 X 10 = 90 lilitan + 10% = 99 lilitan.
 

Cara menggulung kawatnya untuk tegangan 110 V dan 220 V tidak digulung sendiri-sendiri, tetapi cukup mencabang sebagai berikut:
Ddigulung dulu sebanyak 1100 lilitan untuk 110 V, kemudian ujung dari akhir gulungan disalurkan keluar sebagai cabang untuk kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan lagi untuk tegangan 2200 V.
Demikian halnya pada gulungan sekunder: kawat digulung dulu sebesar 66 lilitan untuk tegangan 6 V kemudian di cabang, untuk kemudian ditambah gulungan lagi sebesar 33 lilitan buat tegangan 9 V.

Selanjutnya untuk menentukan tebal atau diameter kawat digulung primer dan digulung sekunder dilakukan sebagai berikut:

Tebal kawat sekunder :
Karena gulung sekunder telah ditentukan mempunyai besar arus 500 mA diperlukan kawat yang mempunyai diameter 0,5 mm (dilihat di daftar tebal kawat)

Tebal kawat primer :

Untuk menentukan tebal kawat untuk kawat gulungan primer harus diketahui besar arus primer .

Besar arus primer: II = WL/EI
 
Dimana :
                 II  =  besar arus primer.
             WL  =  tenaga digulung primer.
               EI  =  tegangan primer.
 
Karena besar tegangan primer juga belum diketahui, maka dapat ditentukan dengan memakai rumus :
 
W1 = 1,25 x W2 (rendemen dianggap 80%)
 

W1 = besar tegang digulung primer

W2 = besar tegangan digulung sekunder.


Besar tegangan sekunder W2 = E2 X 12.
W2 = tegangan sekunder.
E2 = tegangan sekunder.
 
Besar arus dan tegangan sekunder telah diketahui yaitu: 9 V, 0,5 A. (500mA)
 
Besar tegangan sekunder : W2 = 0 X 0,5 = 4,5 Watt
 
Besar tegangan primer : W1 = 1,25 X W2
                                                    = 1,25 X 4,5
                                                    = 5,625 Watt dibutuhkan 5,6 Watt
 
Besar arus primer : I1 = W1/E1
                                   I1 = 5,6/220
                                       = 0,025 A = 25 mA.
 
Menurut daftar tebal kawat primer untuk untuk 25 mA berukuran: 0,15 mm. Dari keterangan di atas transformator yang direncanakan mempunyai ukuran-ukuran seperti dibawah ini:
 
Jumlah gulung primer untuk 110 V : 1100 lilitan, diberi cabang kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan, untuk 220 V.
Gulung sekunder untuk 6 V :  66 lilitan, diberi cabang dan ditambah 33 lilitan untuk 9 V. Tebal kawat 0,15 mm. Tebal kawat sekunder 0,5 mm.
Cara menggulung kawat trafo dilakukan dengan melilitkan kawat secara merata syaf demi syaf. Antara syaf satu dengan yang lainnya diberi isolasi kertas tipis. Pembuatan cabang dari lilitan dilakukan dengan membengkokkan kawat diluar lilitan, untuk kemudian dilanjutkan manggulung lagi kawat sampai selesai.
Guna melakukan itu semua, pada lobang tempat gulungan dimasukkan sepotong kayu ukuran yang sesuai yang pada kedua belah ujung intinya dimasukkan as dari logam yang berhubungan dengan alat pemutar.
Apakah bagian primer atau sekunder yang digulung terlebih dulu tidak menjadi soal karena keduanya akan memberikan hasil yang sama.

 

DOWNLOAD TRANSFORMATOR